TATA TERTIB

PONDOK PESANTREN Al-JARIYAH WAHDAH ISLAMIYAH

POLEWALI MANDAR

 BAB I. IBADAH

Pasal 1. Shalat

  1. Wajib shalat fardu secara berjama’ah di Masjid bagi ikhwan
  2. Berada di dalam Masjid sebelum iqamat dan paling lambat pukul 11.40 khusus pada hari Jum’at
  3. Pakaian dalam shalat yakni songkok, baju gamis atau sejenisnya dan sarung
  4. Melaksanakan shalat sunnah rawatib dan atau shalat tahiyatul Masjid
  5. Menunggu Shalat fardu di shaf terdepan
  6. Berdzikir sesudah shalat Fardu
  7. Melaksanakan shalat tarawih berjama’ah di Masjid pada Bulan Ramadhan
  8. Menjaga kebersihan dan ketenangan di dalam Masjid

Pasal 2. Puasa

  1. Wajib berpuasa pada bulan Ramadhan
  2. Berpuasa pada hari senin dan kamis serta puasa-puasa sunnah lainnya yang ditetapkan oleh Pondok

Pasal 3. Tadarrus

  1. Setiap santri harus memiliki mushaf standar Nasional (Indonesia) dan Internasional (Arab Saudi)
  2. Tidak menyimpan mushaf di sembarang tempat dalam Masjid
  3. Membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah Tajwid dan Qira’ah …………
  4. Menghatamkan Al Qur’an1 kali dalam sebulan atau dua bulan
  5. Harus mengikuti tilawah setiap hari
  6. Harus mengikuti program tahzin sesuai jadwal Mudarrisnya

BAB II. AKHLAQ

Pasal 4. Adab Sopan Santun

  1. Memberi salam setiap memasuki ruangan
  2. Tersenyum dan memberi salam setiap bertemu
  3. Tidak tergesa-gesa atau buru-buru
  4. Tidak berteriak
  5. Merendahkan suara ketika berbicara
  6. Memanggil ustadz/ustadzah kepada seluruh Pengurus, Pembina, dan Mudarris
  7. Memanggil akhi/ukhti kepada sesama santri
  8. Tidak menyebut nama (teriak) ketika memanggil
  9. Tidak mengucapkan kata-kata kotor, kasar, dan tidak sopan termasuk kata “Asuh/Anjing”, “Monyet”,”Jelek” dan sejenisnya
  10. Tidak banyak tertawa dan bercanda berlebih-lebihan
  11. Tidak membuang sampah disembarang tempat
  12. Memungut sampah dalam perjalanan
  13. Meminta izin sebelum meninggalkan kelas dan ruangan
  14. Menjauhi larangan-larangan dalam Islam
  15. Tidak memasuki tempat-tempat maksiat
  16. Sopan santun terhadap tamu

Pasal 5. Pakaian

  1. Tidak membuka aurat dan buka baju di tempat terbuka
  2. Memakai cadar dan kaos kaki di luar asrama bagi akhawat
  3. Tidak memakai pakaian atribut partai, pakaian  ketat, dan pakaian bergambar makhluk hidup kecuali sebagai pakaian dalam
  4. Tidak memakai celana jeans
  5. Tidak memodel rambut dan pakaian ala jahiliyah
  6. Menggunakan celana dan sarung di bawah lutut dan di atas mata kaki bagi ikhwan

Pasal 6. Makan

  1. Makan dengan memperhatikan adab-adab makan
  2. Makan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan
  3. Memiliki dan merawat peralatan makan masing-masing

Pasal 7. Tidur

  1. Tidur dengan memperhatikan adab-adab tidur
  2. Tidur malam paling lambat pukul 22.00 WITA
  3. Bangun tidur paling lambat 04.30 WITA
  4. Tidur di kamar dan di ranjang masing-masing
  5. Merapikan peralatan tidur setelah bangun

BAB III. ASRAMA

Pasal 8. Kebersihan

  1. Menjaga kebesihan diri, kamar dan lingkungan
  2. Menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan
  3. Menyimpan barang-barang miliknya dengan rapi
  4. Tidak berkuku panjang, memakai cutex pada kuku dan bertato
  5. Tidak menggantung/menjemur pakaian dalam kamar
  6. Pakaian kotor di masukkan ke dalam kantong plastik jika ditunda pencuciannya
  7. Tidak merendam pakaian lebih dari 12 jam
  8. Menyimpan peralatan mandi pada tempatnya
  9. Mengikuti dan melaksanakan jadwal kebersihan
  10. Petugas piket kebersihan untuk menutup dan mengunci pintu dan jendela pada waktu yang telah ditentukan

Pasal 9. Keindahan

  1. Tidak menyimpan barang-barang diatas lemari
  2. Tidak mengotori dan mencoret-coret sarana prasarana pondok
  3. Merawat dan menjaga keindahan Masjid, kelas, asrama dan halaman
  4. Tidak menempel hiasan yang tidak Islami
  5. Tidak membanting pintu dan jendela

Pasal 10. Keamanan

  1. Tidak mengikuti atau melakukan unjuk rasa
  2. Tidak mengikuti atau melakukan perkelahian
  3. Mengikuti dan melaksanakan jadwal keamanan
  4. Tidak menyimpan sejata, obat terlarang, dan minuman keras
  5. Melaporkan kepada musyrif jika menemukan atau kehilangan barang, atau memiliki masalah.
  6. Tidak memiliki alat-alat elektronik kecuali radio laptop (tidak mempunyai Game) dan MP3
  7. Tidak membuka brangkas yang bukan miliknya
  8. Setiap tamu di arahkan ke kantor
  9. Tidak membuat kegaduhan
  10. Tidak memasuki asrama pada saat kegiatan Pondok
  11. Menggunakan fasilitas asrama sesuai dengan ketentuan
  12. Tidak menerima tamu tanpa seizin dari musyrif

BAB IV. PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Pasal 11. Kegiatan Belajar Mengajar

  1. Memperhatikan adab-adab bermajelis
  2. Berada dalam kelas 5 menit sebelum waktu masuk
  3. Memakai pakaian rapi dan sopan
  4. Menyetor sabaq, sbaqi dan manzil khusus untuk tahfidz
  5. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh mudarris
  6. Membawa alat tulis menulis
  7. Membuat surat keterangan jika berhalangan mengikuti proses belajar mengajar
  8. Meminta izin kepada mudarris ketika akan meninggalkan kelas
  9. Melapor kepada bagian tata usaha jika mudarris tidak masuk
  10. Tidak berlaku curang/menyontek pada waktu ujian

BAB V. PERIZINAN

Pasal 12. Jenis Perizinan

  1. Perizinan Ringan meliputi perizinan meninggalkan pondok pesantren kurang dari ½ hari untuk wilayah Rea Barat
  2. Perizinan Sedang meliputi perizinan meninggalkan pondok pesantren kurang dari 1 hari untuk wilayah Polewali
  3. Perizinan Berat meliputi perizinan meninggalkan pondok pesantren lebih dari 1 hari untuk Wilayah Polewali dan Luar Polewali
  4. Perizinan Darurat meliputi perizinan meninggalkan pondok pesantren karena darurat syar’i

Pasal 13. Tatacara Perizinan

  1. Untuk perizinan Ringan, setiap santri meminta izin pada musyrif masing-masing
  2. Untuk perizinan Sedang, setiap santri meminta izin pada musyrif kemudian musyrif meminta izin pada Wakil Mudir II bagi ikhwan dan Wakil Mudir IV bagi akhawat
  3. Untuk perizinan Berat, maka setiap santri mengambil blangko perizinan pada stap administrasi, kemudian mengisi blangko tersebut dan ditandatangani oleh yang tertanda dalam blangko perizinan
  4. Untuk perizinan Darurat, maka setiap santri meminta izin pada musyrif dan musyrif meminta izin pada Mudir atau Wakil Mudir II bagi ikhwan dan Wakil Mudir IV bagi akhawat
  5. Setiap santri yang meminta izin meninggalkan pondok pesantren jika diizinkan
  6. Setiap santri yang meminta izin telah kembali, melaporkan diri pada musyrif masing-masing
  7. Dalam masa izin berat, santri mengalami suatu masalah, maka menjadi tanggungjawab pihak Pondok Pesantren dan bersangkutan (tanggung jawab bersama).

BAB VI. KEORGANISASIAN

Pasal 14. BES

  1. Harus menjadi anggota Badan Eksekutif Santri (BES)
  2. Bersedia menjadi pengurus jika terpilih
  3. Mentaati segala ketentuan pengurus BES
  4. Mengikuti kegiatan BES
  5. Tidak membuat dan mengikuti organisasi lain kecuali dengan seizin Pondok

BAB VII. PENGHARGAAN DAN SANKSI

Pasal 15. Penghargaan

  1. Santri yang berprestasi berhak mendapatkan penghargaan

    Penghargaan meliputi:Penghargaan diusulkan oleh musyrif atau mudarris kepada Wakil Mudir II atau Wakil Mudir IV dan ditetapkan oleh Mudir

    1. Piagam penghargaan
    2. Nilai kepribadian A di raport
    3. Beasiswa
    4. Hadiah atau reward yang tidak mengikat
    5. Pemutihan hukuman

Pasal 18. Jenis Sanksi


  1. Sanksi untuk pelanggaran Ringan

    1. Beristighfar sebanyak 70 kali
    2. Diberikan teguran atau peringatan langsung
    3. Menulis mufradat
    4. Menghafal hadist
    5. Merangkum buku
    6. Membangunkan santri waktu shubuh
    7. Menyapu
    8. Mengepel
    9. Meminta nasehat dan tanda tangan
    10. Menulis ayat Al Qur’an atau hadist sesuai pelanggaran
    11. Merapikan sandal di masjid atau asrama
    12. Shalat di shaf pertama selama sepekan
  2. Sanksi untuk pelanggaran Sedang
  1. Beristighfar sebanyak 100 kali
  2. Membuat dan membaca surat pernyataan di hadapan santri
  3. Membuang sampah
  4. Membersihkan kamar mandi/WC
  5. Dilarang keluar pondok selama 2 bulan
  6. Meminta tanda tangan dan nasehat semua musyrif/musyrifah dan ustadz/ustadzah
  7. Mentasmi’kan Al Qur’an atau hadist sesuai dengan pelanggaran di hadapan santri
  8. Memakai jilbab khusus bagi santriwati
  9. Diperbantukan dibagian dapur selama sepekan diluar piket
  10. Dipukul (sesuai ketentuan syar’i) atau sit up atau push up
  11. Diumumkan di depan umum
  1. Sanksi untuk pelanggaran Berat

    1. Diumumkan dan dijemur dilapangan
    2. Skorsing
    3. Tetap berada di Pondok selama liburan
    4. Shalat di shaf pertama selama sebulan

Pasal 19. Prosedur Pemberian Sanksi

  1. Tingkatan sebuah pelanggaran sesuai dengan kode pada setiap pasal dalam Tata Tertib ini
  2. Setiap santri yang melanggar tata tertib ini dikenakan sanksi

 

  1. Prosedur pemberian sanksi jenis ringan
    1. Santri yang diduga melakukan pelanggaran menjalani sidang tabayyun oleh musyrif atau wali kelas, sebelum diputuskan telah melanggar tata tertib
    2. Setelah terbukti melakukan pelanggaran, musyrif atau wali kelas menjatuhkan hukuman sesuai dengan pasal 18 poin 1.
  2. Prosedur pemberian sanksi jenis sedang

     

    1. Santri yang diduga melakukan pelanggaran menjalani sidang tabayyun oleh musyrif atau wali kelas, sebelum diputuskan telah melanggar tata tertib
    2. Setelah terbukti melakukan pelanggaran, musyrif atau wali kelas melaporkan secara tertulis kepada Wakil Mudir II untuk ikhwan dan Wakil Mudir IV untuk akhawat
    3. Wakil mudir yang dimaksud menghadirkan terdakwa kemudian menjatuhkan hukuman sesuai dengan pasal 18 poin 2
  3. Prosedur pemberian sanksi jenis berat7 kali pelanggaran ringan termasuk jenis pelanggaran sedang

    1. Santri yang diduga melakukan pelanggaran menjalani sidang tabayyun oleh musyrif atau wali kelas, sebelum diputuskan telah melanggar tata tertib
    2. Setelah terbukti melakukan pelanggaran, musyrif atau wali kelas melaporkan secara tertulis kepada Wakil Mudir II untuk ikhwan dan Wakil Mudir IV untuk akhawat
    3. Wakil mudir yang dimaksud melanjutkan laporan kepada Mudir
    4. Mudir menghadirkan terdakwa kemudian menjatuhkan hukuman sesuai dengan pasal 18 poin 2 dengan masukan-masukan dari Wakil Mudir II atau IV, Musyrif, dan Wali Kelas.
  4. 5 kali pelanggaran sedang termasuk jenis pelanggaran berat
  5. Santri yang melakukan jenis pelanggaran berat yang kedua kalinya dan ketiga kalinya, akan diadakan pemanggilan kepada orang tua dan menandatangani Surat Pernyataan
  6. Santri yang melakukan jenis pelanggaran berat yang kelima, akan dikeluarkan secara tidak terhormat

10. Tidak terhormat yang dimaksud pada pasal 19 poin 9 adalah tidak mendapatkan surat keterangan apapun dari pihak pondok pesantren

BAB VIII. KETENTUAN PENUTUP

Pasal 20. Penutup

  1. Tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya
  2. Tata tertib ini dievaluasi minimal satu tahun sekali sejak tanggal ditetapkannya
  3. Dengan berlakunya tata tertib ini, maka tata tertib sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi
  4. Tata tertib ini menjadi acuan dasar peraturan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Wahdah Islamiyah
  5. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian

 

Ditetapkan       :    Di Polewali

Pada Tanggal   :    9 Rabbiul II 1433

Pengurus Pondok Pesantren Al-Jariyah

Wahdah Islamiyah

 ………………………………

Mudir